Seminar REP Di Jerman, Maret 2008
Memasuki musim semi di Jerman dan seiring dengan berakhirnya semester musim dingin di sebagian besar perguruan tinggi, WUS dan WUSKI kembali mengadakan seminar untuk memberikan informasi seputar Returning Experts Programme dan tentu saja keadaan ekonomi dan politik di tanah air bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Jerman.

Untuk seminar yang pertama mengambillokasi di Bad Neuenahr yang terletak kira – kira 1 jam perjalanan dari Bonn. Seminar yang berlangsung dari tanggal 14 sampai 16 Maret 2008 menghadirkan beberapa pembicara penting seperti Yiannis Neophytou dari BMZ (Kementrian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan) dengan tema „Kerjasama Pembangunan Jerman dan Indonesia – Fokus dan contoh Proyek“; Dr. Gunadi Sindhuwinata (Presiden Direktur Indomobil Group) yang memberikan seputar informasi perekonomian Indonesia dan industri otomotif di tanah air serta motivasi bagi mahasiswa Indonesia untuk aktif membangun tanah air; serta Matthias Brandes-Geiger dari CIM (Pusat Migrasi Internasional dan Pembangunan) yang menjelaskan Returning Experts Programme. Dari World University Service/WUS Komite Indonesia, Makhdonal Anwar sebagai Local Advisor untuk Indonesia dalam pelaksanaan Returning Experts Programme menjelaskan lebih detail tentang WUS Komite Indonesia dan posisinya dalam pelaksanaan program. Selain itu juga dijelaskan situasi dan permintaan tenaga kerja alumni Jerman di Indonesia terutama di Banda Aceh dan Kalimantan. Petra Loch dari WUS Komite Jerman menjelaskan prosedur dan manfaat program bantuan peralatan kerja bagi alumni Jerman. Dalam kesempatan ini juga hadir Integrated Expert Michael Zoller dari Indogerm yang aktif dalam beberapa proyek Tsunami Recovery di Aceh yang menjelaskan situasi ekonomi dan keamanan Banda Aceh serta Rio Budi Rahmannto dari Kedutaan Besar Republik Indonesia yang menyatakan ingin bekerja sama lebih erat lagi dengan WUSKI terutama dalam penyebaran informasi tentang REP di Jerman mengingat manfaat yang sangat besar dari program ini bagi masyarakat Indonesia terutama bagi mereka yang ingin berkarya di tanah air.
Hadir dalam seminar di Bad Neuenahr tersebut 30 Mahasiswa Indonesia dan tenaga kerja Indonesia yang mempunyai rencana untuk kembali ke tanah air dalam jangka waktu yang tidak lama lagi.
Setelah Bad Neuenahr, seminar dengan tema yang sama dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2008 di Göttingen berkat kerja sama WUS/WUSKI dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia PPI Göttingen yang mana terdapat sekitar 20 orang mahasiswa asal Aceh yang dalam tahun ini akan menyelesaikan program master mereka di Universitas Göttingen. Di Göttingen seminar hanya diwakili oleh WUS Komite Indonesia dengan titik berat seminar di prosedur dan pelaksanaan program REP di tanah air serta kemungkinan berkarya di daerah Aceh dan Kalimantan. Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 30 orang ini berlangsung di gedung Mahatma-Gandhi-Haus di Göttingen yang dikelola oleh Afrikanisch-Asiatische Studienförderung e.V (AASF) dibuka oleh Ketua PPI Göttingen Muhammad Bahi dan dilanjutkan dengan penjelasan tentang AASF oleh Dr. Weiss selaku pimpinan AASF.
Dari dua seminar di atas dapat disimpulkan bahwa animo masyarakat dan pelajar Indonesia terhadap program masih sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan dalam sesi diskusi serta dari evaluasi peserta seminar. Cuaca yang kurang ramah walapun sudah memasuki musim semi, tidak menghalangi semangat peserta dan narasumber dalam meyukseskan seminar ini. (MA)