Sejarah
WUSKI didirikan pada September 1998 oleh enam orang Alumni Jerman di Bogor dan merupakan kelanjutan dari organisasi International Student Service yang didirikan tahun 1950 oleh almarhum Prof.Dr. Slamet Imam Santoso (mantan rektor Universitas Indonesia), almarhum Prof.Dr. Koesnadi Hardjasoemantri (mantan rektor Universitas Gajah Mada) dkk. Para pendiri WUSKI terdiri dari Christina Soentoro, Dipl.-Soz. Djajapalen, Dipl.-Ing. Fredy Wijaya, Hardi Ilham, Dr. Rachman Sjarief, Dipl.-Betrw. Suchjar Effendi.
WUSKI merupakan anggota dari WUS Internasional yang pusatnya berkedudukan di Ottawa, Kanada. WUS Internasional memiliki anggota di 50 negara dan menjadi organisasi mitra Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejak tahun 1998 WUSKI menjalin kerjasama dengan WUS Germany untuk melaksanakan program kembalinya mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan studynya pada berbagai Perguruan Tinggi di Republik Federal Jerman. Program ini dibiayai oleh Bundesministerium für Wirtschaftliche Zusammenarbeit und Entwicklung (BMZ), Kementrian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman dan diorganisir oleh Zentralstelle für Arbeitsvermittlung (ZAV), Pusat Perantara Tenaga Kerja dan Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM), Pusat Migrasi dan Pembangunan Internasional, yang berkedudukan di Frankfurt a.M.
WUSKI memperjuangkan kesempatan pendidikan dan kesempatan bekerja bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan golongan, ras, suku, agama, gender dan keyakinannya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, WUSKI membuka diri untuk berkerjasama dengan seluruh komponen masyarakat di dalam maupun di luar negeri.